Bikin Ketar-ketir Pejabat Sukabumi, Pandawara Rajai TikTok Awards

Estimated read time 5 min read

, kelompok kreator konten berbasis isu lingkungan, menggondol tiga piala dalam kategori berbeda di area tempat ajang . Konten-konten yang mana berdampak besar pada perubahan positif jadi alasannya.

Sebelumnya, Pandawara bikin geger para pejabat Sukabumi usai mengunggah konten hamparan sampah dalam tempat pantai dalam Kampung Cibutun, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Sukabumi.

Kelompok ini sebenarnya sudah berulangkali membersihkan berbagai tempat kotor penuh sampah, yang digunakan mencakup sungai, selokan, lahan, tanpa bantuan pemerintah.

Atas aksi-aksinya ini, Pandawara diganjar tiga piala pada tiga kategori berbeda di TikTok Awards Indonesia 2023, Kamis (12/10). Jumlah ini menjadikan merek itu peraih piala terbanyak.

Ajang TikTok Awards 2023 ini sendiri punya tiga kategori utama. Yakni, pilihan warga (Public’s Vote), pilihan juri (Judge’s Pick), dan juga juga Kategori Istimewa (Special Category). Masing-masing kategori terdiri dari enam subkategori, kecuali Spaceial Category yang tersebut digunakan cuma punya tiga subkategori.

Dikutip dari siaran pers TikTok, Pandawara Group, yang mana hal itu mengawali perjalanannya di tempat dalam TikTok sejak Agustus 2022, mendapatkan pernyataan terbanyak untuk kategori ‘Rising Star of the Year’ dalam kategori Public’s Vote.

Piala kedua buat merekan adalah ‘Creator of the Year’ dalam kategori pilihan dewan juri. Piala ketiga adalah subkategori Environment di dalam dalam Special Category.

“Melalui unggahan konten singkat yang terlihat sederhana, para kreator ini mampu memberikan dampak besar dalam TikTok, bahkan tak jarang menggerakan perubahan positif bagi masyarakat,” ujar Karina Mahaya, Senior Marketing Manager TikTok Indonesia.

“Kami harap dampak positif yang mana digunakan terus dihadirkan oleh para pemenang tahun ini tak belaka bergabung dirasakan, tapi juga mampu jadi menginspirasi rakyat luas untuk mampu menggalakkan perubahan positif melalui tindakan masing-masing,” lanjutnya.

TikTok menyebut Pandawara Group mengawali aksinya dari inisiatif bersih-bersih sungai dalam lingkungan sekitar. Kini, mereka sudah menginisiasi kegiatan membersihkan lebih besar lanjut dari 620 kg sampah pada 187 titik yang tersebar dalam seluruh Indonesia.

Khusus untuk kategori istimewa, TikTok menyebut, selain Pandawara, ada dua kreator lain yang tersebut dimaksud dinobatkan sebagai ‘Changemakers of the Year’, sebuah kategori khusus yang tersebut digunakan menyorot para kreator pembawa perubahan positif, baik dalam area dalam maupun pada tempat luar platform.

Yakni, Wike Afrilia (@_wike.afrilia_) dalam bidang Community, dan Sajodo Snack (@sajodosnack) pada sektor ekonomi.

“Saya berharap para kreator ini sanggup menginspirasi penduduk untuk mengambil bagian memacu perubahan positif bagi sesama, demi Indonesia yang dimaksud digunakan lebih besar besar baik,” kata salah satu dewan juri, Cinta Laura.

Dalam salah satu kontennya, Pandawara Group menampilkan pantai penuh limbah garmen atau sisa kain. Mereka pun mematok plang yang mana berisi status pantai terkotor nomor empat di area area Indonesia sambil mengajak netizen bersih-bersih pantai bersama. 

Imbas aksi ini, kelompok karang taruna lokal lalu Bupati Sukabumi terlacak meradang.

Karang taruna hingga Bupati

Di media sosial, merebak karang taruna lokal yang digunakan dimaksud sempat melarang Pandawara untuk menggelar acara bersih-bersih itu.

Sementara, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, dalam pernyataan yang dimaksud hal tersebut tersebar dalam area media sosial, pernah mengaku bersyukur atas perhatian ini, “tapi bukan mencari konten untuk dipopulerkan begitu saja.”

Dia menduga tumpukan sampah kain itu bersumber dari pabrik garmen yang mana yang ada dalam area aliran sungai, dari hulu yang hal itu terbawa ke hilir.

“Pada hari ini limbah pabrik garmen, limbah potongan bahan. Enggak akan jauh. Masa dibuang masyarakat? Nah itu yang tersebut dimaksud tanda tanya. Nyalahkeun we, euweuh gawe pemerintah daerah (menyalahkan melulu, pemerintah daerah enggak ada kerjanya, red),” ungkap Marwan, dikutip dari detikcom.

Pantai Loji dibersihkan pandawara group di tempat dalam Kampung Cibutun, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.Pantai Loji dibersihkan usai menyebar unggahan Pandawara Group. (Detikcom/Syahdan Alamsyah)

Menurutnya, limbah kain ini sulit untuk dikelola akibat tak sanggup dalam daur ulang.

“Karena memang itu sulit padahal setiap minggu juga ada kebersihan,” ujar Marwan.

“Tapi kain, hari ini, belum ada (solusi), kecuali dibakar. Ini kendala yang tersebut yang dihadapi, sehingga saya bukan ada tahu sejak kapan limbah kain itu sampai menumpuk dalam Loji hari ini. Karena saat kemarin tak ada.”

“Itu persoalan klasik yang digunakan digunakan tiada ada sanggup terselesaikan hari ini selama rakyat ti luhur miceun runtah ka susukan (masyarakat pada dalam atas membuang sampah ke sungai, red),” cetus Marwan.

Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, yang juga sempat mengunjungi pantai ini, menilai konten Pandawara itu bagian ajakan agar rakyat lebih besar besar peduli terhadap lingkungannya.

“Itu baik sebetulnya mengingatkan kita semua ada sampah segala macam enggak apa apa, sebetulnya,” kata dia, saat memantau aksi bersih-bersih pesisir Loji, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Rabu (4/10).

Bey juga mengungkap Kepala Desa Sangrawayang Muhtar, dalam perbincangan keduanya, tak menolak aksi bersih-bersih oleh Pandawara. Kades, katanya, cuma menolak istilah pantai terkotor.

“Tadi pak kades sempat sampaikan, ‘pak, mohon maaf saya agak emosi itu’, saya bilang enggak apa-apa pak itu kan biasa. Karena pak kades bukan permasalahan sampahnya tapi nomor empatnya (pantai terkotor),” ujar Bey.

Daftar lengkap pemenang

Untuk tambahan lengkapnya, berikut daftar pemenang TikTok Awards 2023:

Public’s Vote

Judges’ Pick

Special Category

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours