Pura-pura Mati, Strategi Katak Betina Hindari Jantan Agresif

Estimated read time 4 min read

Para peneliti menemukan  sering memalsukan kematiannya sendiri untuk menghindari  yang digunakan dimaksud gigih.

Hal ini membantah gagasan terdahulu bahwa katak betina secara pasif tunduk pada keinginan katak jantan selama musim kawin, kata penulis studi baru, yang mana digunakan berfokus secara khusus pada katak umum Eropa (Rana temporaria) .

“Penelitian kami memberikan bukti jelas bahwa katak betina, bahkan dalam kelompok kawin yang digunakan dimaksud padat dengan peternak yang tersebut digunakan mudah meledak, tiada berdaya seperti yang tersebut yang diperkirakan secara umum,” tulis para peneliti dalam makalah yang dimaksud diterbitkan pada The Royal Society.

Dikutip dari LiveScience, perkembangbiakan secara eksplosif adalah strategi yang dimaksud digunakan umum dilaksanakan katak. Bentuknya, berkumpul dalam jumlah agregat agregat besar dalam waktu singkat setiap musim semi untuk kawin.

Ketika pejantan saingannya secara bersamaan mencoba bereproduksi dengan betina, merekan diketahui membentuk ‘bola kawin’. Dalam kelompok katak Eropa yang mana mana sedang kawin, tak jarang enam katak jantan mengelilingi juga menempel pada satu katak betina.

Ketika jadwal musim kawin begitu padat, tidak ada ada banyak waktu untuk saling mengenal atau pendekatan satu serupa lain. Bagi katak betina, jadwal ini mampu melelahkan lalu bahkan mengancam nyawanya.

Ketika bola kawin terbentuk pada sekitar mereka, sebagian besar betina tampaknya tak ada mampu menyingkirkan pejantan yang mana dimaksud tidaklah diinginkan, serta pergulatan itu dapat mengakibatkan merekan tenggelam.

Untungnya, katak betina Eropa mempunyai beberapa pertahanan, meskipun ini ditemukan secara bukan ada sengaja.

Ahli ekologi Carolin Dittrich kemudian ahli herpetologi Mark-Oliver Rödel, dari Institut Leibniz untuk Ilmu Evolusi lalu Keanekaragaman Hayati di dalam dalam Jerman, pada awalnya melakukan percobaan pada spesies itu untuk menguji apakah pejantan tambahan menyukai ukuran tubuh betina tertentu.

Para peneliti menempatkan dua ekor katak betina dengan ukuran berbeda ke dalam wadah berisi air bersama satu katak jantan, lalu mencatat tingkah laku katak yang digunakan disebut selama satu jam.

Mereka tiada menemukan preferensi ukuran apa pun. Namun, dia memperhatikan perilaku penghindaran betina sehingga merekan memutuskan untuk menyelidiki tambahan banyak lanjut.

“Kami mengamati tiga perilaku penghindaran betina, yaitu ‘rotasi’, ‘panggilan pelepasan’ kemudian tonic immobility (berpura-pura mati),” menurut para penulis.

Secara total, 54 betina ditangkap oleh pejantan yang digunakan mana mencoba kawin. Mereka menunjukkan perilaku menghindar, sering kali terlihat mencoba berbagai teknik.

Salah satu teknik yang tersebut hal tersebut populer (digunakan oleh 83 persen betina) adalah memutar tubuh saat dicengkram pejantan.

“[Gerakan] ini menempatkan pejantan pada bawah air, sehingga pejantan melepaskan diri agar tiada tenggelam,” kata Dittrich.

Teknik lainnya yang digunakan hampir separuh atau 48 persen katak betina adalah dengan melepaskan geraman serta derit saat ditunggangi jantan. Ini adalah strategi menipu yang melibatkan peniruan seruan katak jantan untuk mengelabui mereka dan melepaskannya.

“Tapi tidaklah jelas apa yang digunakan digunakan menandakan frekuensi derit yang dimaksud tambahan tinggi tinggi,” ucap dia.

Selain itu, 33 persen betina memakai cara menghindari perkawinan dengan berpura-pura mati. Secara ilmiah, dia menunjukkan kondisi tonic immobility; anggota tubuh merekan yang yang terentang menjadi kaku juga tidak ada ada bereaksi terhadap perhatian laki-laki.

“Bagi kita, tampaknya betina hal hal tersebut berpura-pura mati, meskipun kami bukan dapat membuktikan bahwa itu adalah perilaku yang digunakan digunakan disengaja,” kata Dittrich, “Ini sanggup cuma merupakan respons otomatis terhadap stres.”

Katak betina yang digunakan dimaksud lebih tinggi banyak kecil, yang dimaksud mana biasanya lebih lanjut banyak muda, adalah yang dimaksud paling mungkin menggunakan ketiga strategi pencegahan kawin tersebut.

Sementara, kata Dittrich, katak betina yang mana lebih banyak banyak besar, kemungkinan lebih besar tinggi tua, cenderung tak ada memalsukan kematiannya sendiri.

Hasilnya, katak betina yang dimaksud lebih lanjut lanjut kecil umumnya lebih lanjut lanjut baik dalam melarikan diri dari rayuan jantan dibandingkan katak yang digunakan mana tambahan besar.

Secara keseluruhan, 46 persen betina yang mana hal tersebut ditunggangi jantan berhasil melarikan diri.

Tonic immobility mungkin merupakan pilihan yang digunakan mana lebih lanjut besar baik bagi betina daripada berjuang untuk keluar,” tulis Dittrich kemudian Rödel, “karena setiap gerakan dalam kelompok kawin besar secara otomatis menarik perhatian pejantan dalam dekatnya kemudian juga dengan demikian meningkatkan kemungkinan pembentukan bola kawin. “

Para penulis mencatat bahwa eksperimen merek mungkin tidaklah mencerminkan bagaimana perilaku ini terjadi pada alam liar.

Mencari tahu tambahan banyak banyak tentang cara hidup teman katak kita dapat membantu para ilmuwan dalam konservasi mereka, hal ini penting dikarenakan banyak spesies amfibi yang mana itu terancam punah.

Misalnya, jika katak betina cenderung berpura-pura berakhir pada lingkungan yang tersebut dimaksud tak dikenalnya, para ahli ekologi dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi fragmentasi habitat kemudian memverifikasi bahwa katak betina memiliki akses ke tempat berkembang biak yang digunakan digunakan aman kemudian familiar.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours