BAKTI Kominfo Ratakan Koneksi Digital untuk Pendidikan di Daerah 3T

Estimated read time 2 min read

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi serta Informasi Kementerian Komunikasi kemudian Informatika (BAKTI Kominfo), memprioritaskan keadilan konektivitas digital untuk sektor lembaga lembaga pendidikan pada daerah-daerah tertinggal, terdepan lalu terluar (3T) Indonesia.

Direktur Utama BAKTI Kominfo, Fadhilah Mathar menegaskan, pihaknya akan meningkatan kapasitas konektivitas digital untuk sektor lembaga sekolah pada Indonesia setelah pembagian merata infrastruktur digital.

“Yang penting sekolah dalam Indonesia terjangkau dulu, ke depan seiring peningkatan dari kebutuhan mereka, sambil kita lakukan teresterialisasi serta meningkatkan kapasitas,” kata Fadhilah pada ruang konferensi pers, Singaraja Hall, Bali Nusa Dua Convention Centre dikutip Senin (16/10).

Fadhilah menyampaikan, fokus pembagian merata infrastruktur digital yang mana mana dijalani oleh BAKTI Kominfo terpusat pada empat sektor layanan publik. Antara lain, sektor pendidikan, kesehatan, pemerintah desa lalu pos-pos TNI, Polri atau sektor keamanan terutama pada wilayah perbatasan.

Dalam kesempatan ini Fadhilah mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan miliki karakteristik serta tantangan secara geografis.

“Jadi, kita tahu betul bahwa Indonesia ini kan negara kepulauan, apa yang tersebut dimaksud kita alami untuk menyelesaikan digitalisasi yang mana hal itu meliputi seluruh wilayah pada Indonesia itu juga dialami oleh negara-negara kepulauan yang mana dimaksud lain,” kata Fadhilah.

Sehingga keadilan infrastruktur digital di area area Indonesia sebagai negara kepulauan memerlukan beberapa solusi dalam penerapan teknologi untuk konektivitas digital yang dimaksud dimaksud berbeda dengan negara daratan.

Menurut Fadhilah, pemanfaatan teknologi fiber akan cepat terjangkau untuk negara daratan. Berbeda dengan karakteristik negara-negara kepulauan dimana sistem komunikasi kabel laut (SKKL) itu sangat mahal.

“Akhirnya beberapa solusi yang mana kita lakukan itu harus merupakan kombinasi bukan hanya sekali sekadar saru solusi fiber optik padahal kita tahu itu yang digunakan paling tercepat saat ini menggalang 5G,” kata Fadhilah.

Sebelumnya, BAKTI Kominfo sudah terjadi meluncuran Satelit Republik Indonesia-1 (SATRIA-1) dengan kecepatan internet sebesar 150 Gbps pada Juni 2023 untuk memenuhi kebutuhan akses internet sekitar 50.000 titik pada 4 sektor layanan warga di dalam dalam daerah 3T di tempat area Indonesia.

SATRIA-1 akan siap terhubung dengan 11 stasiun pengendali bumi yang dimaksud tersebar di area tempat Indonesia pada Desember 2023 mendatang serta selanjutnya memenuhi konektivitas internet dalam Indonesia pada awal 2024.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours