43 Ton Hidrogen Besutan PLN Bisa Dipakai 147 Mobil

Estimated read time 2 min read

 (GHP) pertama di tempat area Indonesia terletak dalam area kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang, Pluit, Jakarta diklaim sanggup memproduksi 51 ton hidrogen per tahun.

Dari total produksi hidrogen 51 ton per tahun, sebesar 43 ton dapat dimanfaatkan untuk 147 mobil yang digunakan hal itu menempuh jarak 100 km setiap hari.

Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN mengatakan di dalam dalam masa depan transportasi tiada cuma bergerak ke arah listrik, namun ke arah hidrogen. PLN pun menggalang dua sektor penunjang mobil ramah lingkungan itu.

“Jika saat ini emisi 10 kilometer kendaraan BBM sebesar 2,4 kg CO2, maka dengan menggunakan ‘green hydrogen’ yang dimaksud dimaksud emisinya 0, artinya mampu jadi menghindarkan emisi sebesar 1.920 ton CO2e per tahun,” kata Darmawan mengutip Antara, Kamis (12/10).

Green hydrogen dari energi baru terbarukan yang dimaksud jika digunakan belaka mengeluarkan uap air serta bukan meninggalkan residu dalam udara atau menambah emisi karbon gas rumah kaca.

GHP besutan PLN Nusantara Power diproduksi dengan menggunakan sumber dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang digunakan mana terdapat pada area area PLTGU Muara Karang. Selain dihasilkan dari PLTS yang mana mana terpasang, hidrogen hijau ini berasal dari pembelian Renewable Energy Certificate (REC) yang digunakan digunakan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang.

Darmawan menjelaskan GHP ini merupakan hasil inovasi yang digunakan terus dijalani PLN dalam menjawab tantangan transisi energi. Salah satu kegunaan hidrogen adalah untuk substansi bakar kendaraan, sektor industri, seperti pembuatan baja, produksi beton, pembuatan substansi kimia, lalu pupuk.

Pemanfaatan hidrogen hijau ini juga untuk menjawab tantangan di tempat dalam berbagai sektor industri yang mana dimaksud sulit dielektrifikasi seperti industri baja, penerbangan, kendaraan berat, lalu perkapalan.

“GHP dalam UP Muara Karang ini adalah sebuah ‘starting point’. Ke depan, kami berencana untuk mereplikasi ke pembangkit PLN Nusantara Power yang mana miliki ‘hydrogen plant’ dalam Pulau Jawa sehingga prospek yang dihasilkan akan mencapai sekitar 150 ton per tahun,” ujar Ruly Firmansyah, Direktur Utama PLN Nusantara Power.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours